Sabtu, 28 November 2015

jenis-jenis hidroponik

Sistem Hidroponik “Irigasi Tetes”.
Metode ini memanfaatkan kerikil, arang sekam padi, pasir, dan bahan lain yang sudah disterilkan sebagai media tanamnya.
  •  Model hidroponik ini biasa digunakan untuk sayuran buah
  •  Media yang digunakan biasanya sekam bakar dan cocopeat
  •  Air yang mengandung nutrisi akan menetes sedikit demi sedikit ke dalam media tanam
  •  Kelebihan : Hemat air, air yang diberikan merata setiap tanamannya dan mudah dalam penyiraman
  •  Kekurangan : Oksigen dalam area perakaran sedikit apabila media terlalu padat

  • Sistem Hidroponik “Wick system”.

  • Dikenal pula dengan sistem sumbu dan hidroponik yang paling sederhana, dalam metode ini, tanaman di tanam disebuah media yang pada bagian dasarnya diletakkan larutan hara makro dan mikro, sehingga akar tanaman menyentuh dan menyerap larutan yang penuh nutrisi itu.
    •  Media yang digunakan biasanya rockwool atau sekam bakar
    •  Air yang mengandung nutrisi ditarik keatas dengan sumbu seperti prinsip daya kapilaritas air
    •  Kelebihannya : Mudah, murah dan disukai oleh pemula hidroponik
    •  Kekurangannya : Harus sering mengucek nutrisi minimal 2-3 kali sehari agar nutrisi mudah terserap dan oksigen tersirkulasi
    Sistem Hidroponik “Nutrient film tehnique”.
    Pada metode ini, tanaman di tanam diselokan panjang dan sempit yang bahannya bisa terbuat dari plastik atau logam anti karat. Selokan itu dialiri oleh air yang penuh nutrisi hara, sehingga disekitar akar tanaman muncul lapisan tipis (film) yang merupakan makanan tanaman itu.
    •  Model NFT sangat cocok digunakan untuk produksi sayuran
    •  Model ini memiliki oksigen terlarut yang tinggi dan nutrisi diberikan secara terus menerus. Otomatis tanaman menyerap hara lebih banyak dan mudah
    •  Yang perlu diperhatikan dalam NFT adalah kemiringan, tempat penyimpanan air dan perawatan NFT



cara membuat peralatan dari talang air dan nutrisi

A. Membuat Wadah Menanam
– Siapkan talang air kemudian potong sebanyak 6 buah dengan panjang masing-masing 100 cm
– Siapkan Styrofoam sepanjang 100 cm sebabyak 6 buah sebagai penutup talang air. Kemudian styrofoam dibuat lubang tanam diameter 6 cm sebanyak 5 lubang tanam setiap stryrofoam.
– Setiap ujung wadah ini di kedua sisi ( inlet dan outlet ) ditutupi oleh penutup. Namun pada bagian ujung outlet dilubangi dan dipasang pipa PVC 0,5 inci untuk mengalir nutrisi ke talang air bagian bawahnya.
B. Membuat Rak Penopang
– Untuk Bagian Dasar : Siapkan Pipa PVC 1 inci sepanjan 90 cm sebanyak 2 buah dan panjang 65 cm sebanyak 2 buah. Kemudian rangkai dengan knee T dan L .
– Untuk Bagian Tiang Rak : Siapkan pipa PVC 1 inci sepanjang 120 cm sebanyak 2 buah dan panjang 95 cm sebanyak 1 buah. Rangkai dengan knee L kemudian rangkaian ini pasang dengan rangkaian bagian dasar.
– Untuk Bagian Penyangga Talang Air : Siapkan pipa PVC 1 inci sepanjang 16 cm, 20 cm, dan 24 cm, masing-masing sebanyak 4 buah.
– Pipa ini dirangkai dengan bantuan knee T ke bagian Tiang Rak.
– Urutan dari atas ke bawah mulai dari pipa pendek bagian depan dan belakang, lalu dilanjutkan dengan pipa yang lebih panjang bagian bawah nya. Jarak bagian atas dan bawah 15 cm.
– Untuk Bagian Pipa Pendistribusian Nutrisi : Siapkan pipa PVC 0,5 inci panjang 105 cm sebanyak 1 buah lalu pasang kran air untuk mengatur debit air, dan siapkan pipa 0,5 inci panjang 50 cm sebanyak 1 buah dihubungkan ke pipa pompa air. Dan panjang 8 cm sebanyak 2 buah hubungkan dengan knee T dibagian atas. selanjutnya hubungkan dengan knee L untuk pipa nutrisi masuk ke talang air bagian paling atas. Bagian Terakhir siapkan pipa PVC 0,5 inci sepanjang 30 cm sebanyak 5 buah dan 15 cm sebanyak 1 buah (utk talang paling bawah) kemudian masukan ke setiap lubang ujung talang air (outlet) mulai dari atas ke bawah kemudian sediakan pipa pvc 0,5 inci sebagai pembuangan terakhir sepanjang 50 cm untuk masuk kembali ke bak penampung nutrisi.
– Bagian Bak Penampung Nutrisi : Siapkan bak penampung dengan volume 20 liter dan 1 buah pompa air aquarium kemuduan hubungkan dengan rangkain nutrisi.
– Setelah semua selesai, cek terlebih dahulu, nyalakan pompa air. Jika air berjalan lancar siap dioperasikan.
C. PENANAMAN
– Masukan bibit sayuran ke dalam lubang tanam, media tanam memakai Rockwool.
– Isi bak penampung dengan nutrisi
»» D. Membuat Larutan Nutrisi Hidroponik
Bahan:
Pupuk Urea…………….1000 gr.
Pupuk KCL …………… 1000 gr.
Pupuk NPK …………… 1000 gr.
ZPT Organik ….………. 25 gr.
Trichoderma ………… 10 gr
Trichoderma berfungsi sebagai agenhayati dan biofungisida
Peralatan:
Ember bervolume 20 Liter.
Drum plastik bervolume 100 liter
Timbangan digital
Alat pengaduk
Air sumur, air sungai,
Air PAM tidak diperkenankan kecuali yang sudah diendapkan selama 7 – 10 hari.
Cara membuat:
Masukkan semua bahan yang telah ditimbang ke dalam ember volume 20 liter.
Tuangkan air sumur sebanyak 20 ltr ke dalam ember tersebut sedikit demi sedikit sambil diaduk – aduk lanjutkan pengadukan hingga air mencapai volume 20 liter dan tidak ada lagi pupuk yang masih mengkristal (tidak ada endapan)
Tuangkan larutan pekatan tadi ke dalam bak penampungan volume 100 liter.
Kucurkan air sumur kedalam bak penampungan sambil diaduk – aduk hingga penuh (mencapai volume 100 liter).
Larutan Nutrisi siap digunakan.